Senin, 22 Oktober 2012

Macam Macam Tarian Indonesia

Diposkan oleh Susetiawati Handayani di 10.30

1.      TARI TOPENG
Asal Daerah : Cirebon
Alat Bantu : Topeng
Tari Topeng Cirebon,  kesenian ini merupakan kesenian asli daerah Cirebon, termasuk Indramayu dan Jatibarang. Tari topeng Cirebon adalah salah satu tarian di tatar Parahyangan. Disebut
tari topeng, karena penarinya menggunakan topeng di saat menari. Tari  topeng  ini sendiri banyak sekali ragamnya, dan mengalami perkembangan dalam hal gerakan, maupun cerita yang ingin disampaikan Salah satu jenis lainnya dari tari topeng ini adalah tari topeng kelana kencana wungu merupakan rangkaian tari  topeng gaya Parahyangan yang menceritakan ratu Kencanawungu yang dikejar-kejar oleh prabu Minakjingga yang tergila-tergila padanya. Pada dasarnya masing-masing topeng yang mewakili masing-masing karakter menggambarkan perwatakan manusia. Kencana Wungu,dengan topeng warna biru, mewakili karakter yang lincah namun anggun. Minakjingga (disebut juga kelana), dengan topeng warna merah mewakili karakter yang berangasan, tempramental dan tidak sabaran. Tari ini karya Nugraha Soeradiredja. Gerakan tangan dan tubuh yang gemulai, serta iringan musik yang didominasi oleh kendang danrebab, merupakan ciri khas lain dari tari topeng.

2.      TARI MERAK 
Asal Daerah : Pasundan, Jawa Barat.
Alat Bantu : kostum yang penuh warna dan selendang.
Tari Merak merupakan tarian kreasi baru dari daerah Pasundan, Jawa Barat. Tarian inidiciptakan oleh Raden Tjetjep Somantri, seorang koreografer tari Sunda pada tahun 1950-an. Pada tahun 1965, tarian ini kembalidiperkenalkan dengan kreasi gerak baru olehIrawati Urban, seorang wanita pecinta seni tari yang berasal dari daerah Bandung, JawaBarat. Di daerah Pasundan, tari Merak seringkali dimainkan ketika menyambut kedatangan tamu kehormatan dalam sebuah acara. Ketika pertunjukan, mereka mengenakan kostum yang penuh warna, seperti merah, kuning, serta hijau. Konon, warna itu menggambarkan pesona warna dari burung merak. Untuk menambah kesan menarik, mereka juga mengenakan selendang yang warnanya senada dengan kostum penari. Selendang itu terikat pada pinggang penari Merak. Ketika dibentangkan, selendang itu tampak seperti sepasang sayap dari seekor burung Merak. Tak pernah terlewatkan, penari Merak juga menggunakan mahkota yang berhiaskan replika kepala burung merak. Dengan diiringi seperangkat alat musik gamelan Sunda. Gerakan lemah gemulai dari sang penari Merak menjadi ciri khas tersendiri dari pertunjukan tari Merak. Sesekali, mereka menampilkan gerakan layaknya seekor burung yang sedang melompat. Gerakan tari Merak semakin terkesan mempesona ketika penari Merak menari sambil membentang sepasang sayap yang penuh warna. Menurut ceritanya, keseluruhan gerak dalam pertunjukan tari Merak ini menggambarkan seekor merak  jantan yang berusaha menarik hati sang merak betina.

 3.      TARI PIRING
Asal Daerah : Minangkabau Sumatera Barat.
Alat Bantu : membawa piring dan lilin yang di nyalakan.
Tari piring atau dalam bahasa Minang kabau disebut dengan Tari Piriang, adalah salah satu jenis Seni Tari yang berasal dari Sumatra Barat yaitu masyarakat Minang kabau disebut dengan tari piring karena para penari saat menari membawa piring. Pada awalnya dulu kala tari piring diciptakan untuk memberi persembahan kepada para dewa ketika memasuki masa panen, tapi setelah datangnya agama islam di Minangkabau tari piring tidak lagi untuk persembahan para dewa tapi ditujukan bagi majlis-majlis keramaian yang dihadiri oleh para raja atau para pembesar negeri, tari piring juga dipakai dalam acara keramaian lain misalnya seperti pada acara pesta perkawinan. Mengenai waktu kemunculan pertama kali tari piring ini belum diketahui pasti, tapi dipercaya bahwa tari piring telah ada di kepulaian melayu sejak lebih dari 800 tahun yang lalu. Tari piring juga dipercaya telah ada di Sumatra barat dan berkembang hingga pada zaman Sri Wijaya. Urutan Seni Tari Piring Pada Seni tari piring dapat dilakukan dalam berbagai cara atau versi, hal itu semua tergantung dimana tempat atau kampung dimana Tarian Piring itu dilakukan.  Makna dari proses Tari Piring dikatakan tercipta dari ´wanita-wanita cantik yang berpakaian indah, serta berjalan dengan lemah lembut penuh kesopanan dan ketertiban ketika membawa piring berisi makanan yang lezat untuk dipersembahkan sebagai sajian. Wanita-wanita ini akan menari sambil berjalan, dan dalam masa yang sama menunjukan kecakapan mereka membawa piring yang berisi makanan tersebut´.

 4.      TARI  PAYUNG
Asal Daerah : Minangkabau Sumatera Barat.
Alat Bantu :Payung
 Tari Payung merupakan taritradisi Minangkabau yang saat ini telah banyak perubahan dan dikembangkan oleh seniman-seniman tari terutama diSumatra Barat. Awalnya tari ini memiliki makna tentang kegembiraan muda mudi (penciptaan) yang memperlihatkan bagaimana perhatian seorang laki-laki terhadap kekasihnya. Payung menjadi icon bahwa keduanya menuju satu tujuan yaitu membina rumah tangga yang baik. Jumlah penari dalam tari payung selau genap dan selalu berpasangan, bisa tiga atau empat pasang. Kalaupun ada gerakan lelaki berpindah pasangan, bukan berarti hatinya terbagi dua atau lebih, akan tetapi hanya wujud dari kreasi yang dimainkan. Pada hakekatnya mereka hanya satu pasang, tetapi divisualkan dalam bentuk banyak. Hal ini bisa dilihat dari kostum yang dimainkan, dimana seluruh penari permpuan berpakaian sama, begitu dengan penari laki-laki yang semuanya juga sama. Payung yang dimainkan juga berbentuk sama.

 5.      TARI PENDET
Asal Daerah : Pulau bali.
Alat Bantu : membawa perlengkapan sesajian persembahan seperti sangku(wadah air suci).
Tari pendet sebenarnya sudah ada sejak lama di bali. Tarian ini termasuk yang tertua diantara tarian sejenis yang ada di pulau bali. Dari berbagai sumber yang saya temukan tercatat bahwa tahun 1950 adalah tahun dimana terciptanya tarian pendet. Sebelumnya tarian ini ada untuk upacara keagamaan dan ritual sejenis di bali. Adalah dua seniman kelahiran Desa Sumertha, Denpasar bernama I Wayan Rindi dan Ni KetutReneng yang menciptakan tarian ini. Merekalah yang mengubah tarian ritual ini menjadi tarian penyambutan bagi tamu yang dilakukan empat orang penari di berbagai tempat termasuk hotel dan tempat resmi lainnya. Pada tahun 1960an lah tarian ini diperkenalkan ke dunia internasional melalui suatu event internasional yaitu Asian games. Tari pendet ini dipertunjukkan pada upacara pembukaan Asian games di Jakarta yang dibuka oleh Presiden Soekarno.

 6.      TARI GAMBYONG
Asal Daerah :  khas Jawa Tengah.
Alat Bantu :  perpaduan gerak tangan dan kaki sambil memainkan sehelai kain selendang yang dikalungkan di leher.
Gambyong  merupakan tarian tradisional khas Jawa Tengah yang telah ada sejak dulu. Konon, tari Gambyong tercipta dari nama Gambyong, seorang penari yang hidup pada zaman Kesultannan Surakarta berada di bawah pemerintahan Sinuhun Paku Buwono keenam sekitar tahun 1800-an. Di Surakarta, Gambyong dikenal sebagai sosok wanita yang cantik jelita. Begitu cantiknya paras Gambyong, nama sang penari itu terkenal hingga kelingkungan Kesultannan Surakarta. Atas permintaan Sinuhun Paku Buwono keenam, Gambyong ketika itu pernah mengadakan pertunjukan di lingkungan Kesultannan Surakarta. Sejak saat itulah, tarian yang dimainkan oleh Gambyong itu dikenal dengan nama Tari Gambyong, tarian ini juga dimainkan sebagai hiburan pertunjukan bagi masyarakat luas. Biasanya, tari Gambyong dimainkan ketika warga JawaTengah menyelenggarakan pesta pernikahan adat. Tembang atau lagu berbahasa Jawa. Gerakan para penari wanita yang lemah gemulai menjadi ciri khas dari pertunjukan Gambyong. Konon, gemulai gerak dari tarian itu menunjukkan sikap dan watak para wanita Jawa Tengah yang  identik dengan lemah gemulai. Kesan tersendiri juga dapat anda temukan ketika penari Gambyong  menampilkan perpaduan gerak tangan dan kaki sambil memainkan sehelai kain selendang yang dikalungkan di leher.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

MELESTARIKAN BUDAYA NASIONAL SENI TARI Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos